Komandan Detasemen Markas Korbrimob Polri AKBP. Abdul Fitri Kita Harus Mengabdi dan Mengutamakan Brimob

Bermula dari melihat Taruna Akademi Angkatan Udara yang berpenampilan gagah, AKBP. Abdul Fitri yang saat itu masih duduk di bangku SMAN 2 Yogyakarta tertarik untuk menjadi seorang Taruna, dan Taruna Akademi Kepolisian lah yang menjadi pilihannya. Pilihan tersebut selain karena sewaktu SMA ia mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), didikan keluarga dan lingkungan yang agamis memantapkan pilihannya untuk menjadi seorang Taruna Akademi Kepolisian, karena tugas polisi sangat mulia seperti menjaga keamanan, ketertiban, menindak pelaku kejahatan dan lain sebagainya.
Masa pendidikan sebagai Taruna Akademi Kepolisian diselesaikan oleh Abdul Fitri pada Tahun 1990 dengan hasil memperoleh peringkat dua belas (12). Meski dengan prestasi gemilang tersebut, pemilik NRP 69080171 ditempatkan di Polda Sulseltra, sedangkan rekan-rekan lainnya yang memiliki peringkat sepuluh besar ditempatkan di Polda Metro Jaya dan peringkat dua puluh besar ditempatkan di Polda Jawa Timur.
Penempatan di Polda Sulseltra disadari oleh Abdul Fitri merupakan suatu bentuk sanksi baginya, dimana ketika masih menjadi Pasis saat pelaksanaan Pengenalan Matra Brimob di Pusdik Watukosek terjadi kesalahpahaman dan sempat kontak fisik antara Batalyonnya dengan Batalyon Daspa, dimana saat itu Abdul Fitri merupakan Danyon Harian. “Demi Allah, waktu itu saya sama sekali tidak menyentuh, saat itu saya baru selesai Shalat,” jelas Abdul Fitri.
Ketika penghadapan ke Kabag Binkar Polda Sulseltra, kembali Abdul Fitri dituduh telah berkelahi dengan anggota Brimob dan mendapat sanksi berupa penundaan pangkat selama empat periode dan selama itu tidak boleh mengikuti pendidikan.
Setelah menerima sanksi tersebut, saat masih di Polda Sulseltra dan belum penempatan, Abdul Fitri menghadap Dansat Brimob Sulseltra yang saat itu dijabat oleh Letkol Mobi Santoso untuk menerima dirinya menjadi seorang anggota Brimob. Namun permintaan Abdul Fitri tidak dipenuhi oleh Wakapolda Sulseltra hingga akhirnya ia bertugas di Polres Mamuju.
Namun, keinginan untuk menjadi Brimob tidak pernah luntur, dimana di setiap pergantian Kapolres, Abdul Fitri selalu menghadap untuk meminta tanda tangan agar ia diijinkan pindah ke Brimob. “Saat itu yang membuat saya benar-benar ingin masuk Brimob karena jiwa korsa di Brimob tinggi, dan ada yang mengatakan jiwa korsa Taruna saja kalah,” ujar AKBP. Abdul fitri.
Akhirnya penantian dan usaha Abdul Fitri berbuah manis, setelah tiga tahun bertugas di Polres Mamuju, Letkol Mobi Santoso yang saat itu menjabat sebagai Kapolres Mamuju mengijinkan Abdul Fitri untuk mengikuti Daspa di Pusdik Brimob. Selesai Daspa Brimob, Abdul Fitri ditugaskan di Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kupang.
AKBP. Abdul Fitri yang kini menjabat sebagai Dandenma Korbrimob Polri menyadari soal karir dirinya tertinggal dibandingkan rekan-rekan seangkatannya, karena menurutnya keberhasilan tidak hanya diperoleh dari bangku pendidikan saja, apalagi polisi yang harus bersentuhan dengan masyarakat. “Saya tertinggal dibandingkan teman-teman yang lain, karena mereka mampu berbuat dan melakukan hal-hal yang baik untuk kedinasan,” tambah AKBP. Abdul Fitri.
Meski demikian, AKBP. Abdul Fitri tetap bersemangat dalam melaksanakan tugas, mengabdi dengan sepenuh hati dan melaksanakan perintah pimpinan sesuai kemampuan serta harus tahan ujian. Hal tersebut diakui oleh AKBP. Abdul Fitri bahwa dahulu ia pernah tidak tahan terhadap ujian dan masih sering termotivasi dengan keduniawian. Namun kini AKBP. Abdul Fitri lebih memikirkan akhirat dan lebih memilah mana yang baik dan buruk, mana yang halal dan haram. “Kalau sudah memegang teguh agama itu enak, menjadi dasar dalam setiap langkah dan perbuatan,” ucap Kasi Yanma Korbrimob Polri.
Berkaitan dengan anggota, Dandenma bertindak layaknya seorang teman kepada anggota yang berperilaku baik, namun bersifat keras bahkan sangat keras kepada anggota yang melanggar peraturan, hingga anggota tersebut menjadi baik dan mampu melaksanakan tugas kedinasan dengan baik tanpa menunda-nunda waktu untuk melaksanakannya. “Jangan menomor sekiankan Brimob, tetapi kita harus mengabdi dan mengutamakan Brimob,” tambah AKBP. Abdul Fitri.

Related posts