Danyon A Pelopor Satbrimob Polda KaltimAKBP Gunawan Tri Laksono, S.I.K.

“Loyal Pada Perintah, Dekat Dengan Masyarakat & Utamakan Ibadah”

AKBP Gunawan Tri Laksono, S.I.K. saat ini menjabat sebagai Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur, yang sebelumnya pada tahun 2017 juga pernah menjabat sebagai Danyon B Pelopor di Satbrimob Polda Maluku Utara. Pria kelahiran Bogor, 16 Mei 1978 ini, telah dikaruniai tiga orang anak yaitu M. Arkannul Kamil, M. Nizar K. Nawal dan Hilwana Zarin A. Nissa.
Beberapa waktu lalu, crew dari Majalah Teratai berkesempatan mewawancarai Suami dari Ny. Mariana Veniawati, S.Sos ini ditengah kesibukannya. Bagaimana perjalanan karier dan pengalaman AKBP Gunawan Tri Laksono, S.I.K. selama menjadi anggota Korps Brimob Polri ?. Berikut petikan wawancaranya :

Apa motivasi awal Komandan ingin menjadi anggota Polri?

Ayah saya adalah motivasi saya mendaftar Akabri pada tahun1996, beliau Purnawirawan TNI-AD dengan pangkat awal Prada dan pensiun Peltu. Beliau yang mengarahkan untuk memilih urutan pertama Polri pada 4 pilihan yang ada. Mengikuti langkah jejak beliau, saya ingin menjadi anggota Polri karena ingin mengabdi kepada Negara, membanggakan keluarga dan juga sudah menjadi cita-cita sedari kecil.

Bagaimana perjalanan Komandan menjadi anggota Korps Brimob Polri?

Saya lulus Akademi Kepolisian tahun 1999, saat itu penempatan tugas Akpol diberikan kuota 36 personel untuk kemudian ditawarkan kepada 300 lebih Pama Akpol, saya beserta beberapa rekan lainnya maju untuk mencatatkan nama serta NRP, Alhamdulillah di terima sehingga penempatan saya pada Pama Korbrimob Mabes Polri. Tahun 2000 melaksanakan Daspa di Watukosek, dari tahun 2000 sampai dengan 2007 saya berdinas Korbrimob Polri, kemudian selama 11 tahun berikutnya saya berdinas di Polda Maluku Utara dengan jabatan terakhir Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Malut, tahun 2018 saya mengikuti Pendidikan Sespimmen Dikreg 58, setelah selesai saya ditempatkan di Polda Kalimantan Timur sebagai Danyon A Pelopor sampai dengan sekarang.

Selama di Brimob, penugasan apa yang paling berkesan bagi Komandan?

Semua penugasan memiliki kesan masing-masing untuk membentuk pengalaman, akan tetapi sangat terasa kekompakan bersama anggota pada saat kalah jumlah dan kalah persenjataan serta amunisi melawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 2001. Saat itu dengan bekal 100 butir amunisi 4 TJ pertama kali membawa AK 101 dengan 2 magazen, dengan disiplin penembakan akhirnya dapat menghalau gelombang serangan yang datang bertubi-tubi.

Hal apa yang sering Komandan terapkan atau berikan kepada seluruh anggota di satuan?

Reward dan punishment penting untuk diterapkan, serta saya tekankan ke anggota loyal pada perintah, menjaga keharmonisan rumah tangga, dekat dengan masyarakat dan yang paling utama menjaga ibadah.

Apa pesan dan harapan Komandan?

Mengutip tulisan yang ada di Satbrimob Polda Kalimantan timur, ” Setiap anggota Brimob tinggi maupun rendah pangkat dan kedudukannya, harus dan wajib menegakkan kehormatan Brimob dan selalu menghindari segala perbuatan, ucapan dan pikiran yang dapat menodai nama dan kehormatan Brimob.

Related posts