Dansat Brimob Polda NTB Kombes Pol. Taufiq Hidayat, S.H.

“Pimpinan Harus Dekat Dengan Bawahan”

Tumbuh dan berkembang dilingkungan militer, membuat Taufiq Hidayat sejak kecil termotivasi ingin mengabdikan dirinya menjadi seorang anggota Polri. Ayahnya Alm. Ade Idris Kusna merupakan seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Sesko Angkatan Darat, Bandung.
Pria kelahiran Makassar, 48 tahun lalu itu menyampaikan alasannya ingin menjadi anggota Polri dikarenakan dahulu ayahnya sering berkomunikasi dengan senior-senior dari institusi Polri seperti Pak Imam Suangsa, Pak Sukirno dan Pak Toto Suwali yang juga merupakan anggota Korps Brimob Polri.


Taufiq menjelaskan dari sekian banyak anak-anak Himpunan Pemuda Karya Angkatan Darat (HIPAKAD), yang termotivasi menjadi anggota Polri cukup banyak, bahkan bisa dikatakan lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL) saat itu hampir menguasai 95% sedangkan hanya 5 % dari angkatan lainnya.
Lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1993, setelah mengenyam pendidikan kurang lebih selama 4 tahun, Taufiq Hidayat kembali teringat dengan motivasi dan pesan dari para senior Brimob dan berfikir bahwa Ayahnya juga seorang Infantri sehingga terdorong keinginan menjadi anggota Korps Brimob Polri. Pada saat kelulusan, ada sebanyak 19 orang termasuk dirinya yang sepakat mengajukan diri sebagai Perwira Brimob dengan mengisi angket, dan benar saat pengumunan Ia bersama 18 rekannya mendapatkan penempatan sebagai Pama Pusat Brimob bertempat di Kelapadua Depok, Jawa Barat.


Taufiq Hidayat memiliki pengalaman yang berkesan saat bertugas di Brimob yaitu pada saat dirinya mengikuti penugasan pertama kali ke Timor-Timor pada tahun 1995-1996. Ia mengatakan saat itu dirinya menjabat sebagai Panit II Subden IV Resimen II Gegana, di dalam penugasan perdananya Taufiq merasakan suka dan duka bersama anggota, Ia juga menjelaskan di dalam penugasan itulah dirinya bisa lebih dekat serta mengenal karakter masing-masing anggotanya.
Setelah kembali ke Satuan, Taufiq Hidayat diangkat sebagai Kasi Ops Detasemen B Resimen II Gegana, selang beberapa lama dirinya lalu mendapatkan promosi jabatan sebagai Kasi Ops Batalyon C Resimen I Brimob yang saat itu merupakan Batalyon baru di Resimen I Brimob Kedung Halang Bogor, Jawa Barat.
Saat ini Taufiq Hidayat menjabat sebagai Komandan Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), sebelumnya pada tahun 2009 dirinya juga pernah menjadi Dansat Brimob Polda NTB yang waktu itu berhasil melakukan penuntasan Kasus Renda Ngali di Nusa Tenggara Barat. Pada pertengahan tahun 2016 lalu dirinya kembali dipercaya untuk kedua kalinya memimpin anggota Brimob di Provinsi NTB. Ia menyampaikan saat kembali ke NTB teringat ada pekerjaan yang tertunda yaitu merenovasi Masjid dan akhirnya dengan dukungan dari seluruh anggota pembangunan Masjid di Mako Satuan Brimob Polda NTB dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Disamping itu Taufiq Hidayat menerapkan untuk menghafal Asmaul Husna kepada anggota di satuan khususnya yang beragama Islam. Hal tersebut pula pernah Ia lakukan saat bertugas di Satbrimob Polda Jawa Barat. Ia berharap dengan menghafal Asmaul Husna seluruh anggota dapat terhindar dari hal-hal negatif yang dapat menyebabkan pelanggaran.
Sebagai Komandan Satuan (Dansat) Brimob, Taufiq Hidayat memiliki cara tersendiri untuk memberikan motivasi kepada seluruh anggotanya yaitu dengan terjun langsung kelapangan. Menurutnya seorang pimpinan jangan banyak di kantor, selalu cek kondisi anggota dimanapun mereka berada. Pada saat dia bertugas dekati arahkan, control, beri petunjuk dan lain sebagainya walaupun itu hanya tingkat peleton. Karena bisa jadi kedatangan komandan ke bawah dapat memberikan dorongan semangat bagi seluruh anggota. Ia kembali menjelaskan jika semua tahapan diatas sudah dilaksanakan maka anggota akan tetap eksis dalam melayani masyarakat yang berhubungan dengan tugas-tugas fugsi kepolisian, khususnya sesuai dengan Tupoksi Brimob Polri. Dalam hal penanganan kejahatan berintensitas tinggi tentu yang dikedepankan melakukan penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku cara penanganan kejahatan beritensitas tinggi harus dipedomani dengan baik oleh seluruh anggota dengan mempelajari situasi dan kondisi dilapangan dan tetap melakukan koordinasi dengan semua pihak dan dalam penanganan utamakan penanganan secara preventif dan persuasif.
Tiga tahun lebih dipercaya menjabat sebagai Dansat Brimob Polda NTB, Taufiq menjelaskan tantangan tugas yang dihadapi di wilayah Nusa Tenggara Barat yaitu sering terjadinya konflik sosial, dimana persoalan satu orang bisa melibatkan sekian banyak orang atau kelompok yang sering kali mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda. Menurutnya untuk mengatasi akar permasalahan tersebut adalah dengan cara penegakan hukum yang benar karena masyarakat butuh kepastian hukum.
Salah satu peran Brimob Polri untuk mencegah terjadinya kembali konflik sosial adalah dengan cara pendekatan ke masyarakat dan menyampaikan pesan-pesan Kamtimbas. Hal yang simple namun dapat mengambil simpati masyarakat, seperti yang sudah dan sering dilakukan oleh Brimob NTB yaitu memberi bantuan penyaluran air bersih bagi warga yang wilayahnya kekurangan air bersih. Selain itu anggota Brimob NTB juga menyisihkan sebagian rezekinya untuk membeli sembako guna membantu orang tua jompo dan warga yang kurang mampu yang rutin dilakukan. Dengan pelayanan dan kepedulian yang diberikan oleh Polri khususnya Brimob diharapkan dapat menghindarkan masyarakat dari penyimpangan-penyimpangan pelangaran hukum.
Dansat Brimob Polda NTB Kombes Pol. Taufiq Hidayat, S.H. berpesan kepada seluruh anggota Korps Brimob Polri agar memegang teguh disiplin, hirarki dan loyalitas karena dalam perjalanannya Brimob tidak pernah memberontak, Brimob tidak pernah berkhianat, Brimob patuh akan perintah, setiap jenjang kepangkatan punya hirarki masing-masing dan loyal tegak lurus terhadap perintah pimpinan.

Related posts